Senin, 06 Januari 2014

Contoh laporan perjalanan study tour ke Jogjakarta.



LAPORAN STUDY TOUR KE JOGJAKARTA
                       
                  http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-prn1/41608_115660530960_3372795_n.jpg

Disusun oleh :
           Thalia Rizka Amalia Bachteriawan
                                  Kelas:
              9 CI-B



SMP Negeri 1 Sumedang Tahun Ajaran 2013/2014

     KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah Study Tour Ke Jogjakarta ini sebatas pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki.     
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai dari laporan perjalanan ini. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa didalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
      Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
















Sumedang, 5 Januari 2013


Penyusun

DAFTAR ISI

COVER
KATA PENGANTAR                                                                                
DAFTAR ISI
I.                PENDAHULUAN
1.     Latar belakang kegiatan
2.     Tujuan kegiatan
3      Anggota
4.     Waktu
5.     Tempat yang dikunjungi
6.     Biaya
II.                 ISI
1.      Perjalanan/Keberangkatan
2.      Kegiatan perjalanan / obyek wisata
3.      Perjalanan pulang
III.                  PENUTUP
1.      Kesan dan Pesan
2.      Saran











                                   BAB I
                            Pendahuluan

1.Latar belakang kegiatan
Proses belajar bagi siswa/i tidak hanya dilakukan didalam kelas saja tetapi dapat juga di luar kelas. Dan untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita terhadap sesuatu yang belum kita ketahui maka perlu di adakannya kunjungan ke objek-objek peninggalan bersejarah.

2.Tujuan kegiatan
Tujuannya untuk melihat secara langsung benda-benda atau bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi kekayaaan dan mengetahui sejarah-sejarahnya dan juga untuk mengetahui ragam budaya yang ada di sekeliling kita dan melihat salah satu keajaiban dunia yang ada di wilayah Republik Indonesia, sehingga timbul rasa memiliki untuk menjaga dari kerusakan dan melestarikannya.Dan menambah wawasan.

3. Peserta
Jumlah peserta yang mengikuti study tour ke Jogjakarta yaitu siswa-siswi kelas 9 mulai dari kelas 9A sampai 9 CI,beberapa siswa-siswi kelas 8,dan beberapa pembimbing.

4.Waktu
Waktu dilaksanakan pada hari Sabtu – Selasa, 21 – 24 Desember 2013




5.Tempat yang dikunjungi
   Tempat yang dikunjungi saat berwisata ke Jogjakarta yaitu:
-      Candi Borobudur
-      Monjali (Monumen Jogja Kembali)
-      Museum Dirgantara
-      Waterpark
-      Malioboro
  
6.Biaya
Biaya yang dikenakan RP.500.000.


























                                           BAB II
                               ISI

    1. Persiapan dan pemberangkatan
          Sebelum kami berangkat,kami melakukan beberapa persiapan,yaitu;
a.    Check-in peserta.
b.    Pengarahan dari pembimbing.
c.    Do’a bersama.
    Kami datang ke sekolah pukul 15.00, dan berangkat pukul 21.00, menunaikan shalat Maghrib dan Isya di sekolah.

2. Kegiatan perjalanan / obyek wisata
      Pada hari Sabtu,21 Desember 2013 kami berangkat menuju Jogjakarta pada pukul 21.00. Pada hari Minggu, 22 Desember 2013 subuh,kami istirahat di Masjid Pekalongan,lalu melanjutkan perjalanan kembali.
Sampai di Jogjakarta langsung mengunjungi Candi Borobudur.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJN1kgSnD47YDFPuU0LiUqq5S6j9Z3nWitS5m3vjLsFAIqyK8k7eFQNc-ikWkQbbsXtjrBdiCkhyPnDK-9qQvxJsMA-_sSCNvRCs6qPo9SKi7k3JtDTdaEQ9gpGm2ysG8Ac9QKfiRKym0/s1600/patung+ga+ada+kepalanya.jpg   A.Candi Borobudur
      Di Borobudur,kami melihat patung-patung secara detail,ada banyak patung disana,ada beberapa patung yang kepalanya tidak ada karna ditelan usia.
Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha.




  http://us.123rf.com/400wm/400/400/vichie81/vichie811201/vichie81120100187/12017200-architecture-borobudur-temple-stupa-ruin-in-yogyakarta-java-indonesia.jpg Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).



http://farm3.staticflickr.com/2678/4352150499_9dfc3bc96e_z.jpgAda juga patung singa. Pada Candi Borobudur selain patung Budha juga terdapat patung singa jumlah patung singa seharusnya tidak kurang dari 32 buah akan tetapi bila di hitung sekarang jumlahnya berkurang karena berbagai sebab satu satunya patung singa besar berada pada halaman sisi Barat yang juga menghadap ke barat seolah – olah sedang menjaga bangunan Candi Borobudur yang megah dan anggun.

2.Monjali

http://yogyatrip.com/wp-content/uploads/2012/09/monjali-300x200.jpg       Monumen Jogja Kembali (Monjali). Monjali berada di Jln Lingkar Utara (Ring Road Utara), Yogyakarta, antara Jln. Lingkar Utama, Jln. Plagan Tentara Pelajar dan Jln Monjali. Monjali didirikan 29 Juni 1985 dengan peletakan batu pertama dan penanaman kepala kerbau oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII.
Dis

     Berupa bangunan yang terdiri dari 3 lantai.
    






   

http://kejogja.com/wp-content/uploads/2011/10/DSC01039.resized.jpgL   Lantai pertama terdapat 4 museum yang menyimpan benda-benda bersejarah seperti senjata, mesin ketik, telepon dan sebagainya. Di lantai ini pula terdapat perpustakaan yang kebanyakan berisi buku-buku ensiklopedia. Selain itu terdapat pula ruang pemandu dan, ruang pengelola dan ruang serba guna. bagian luar terdapat pula kolam yang mengelilingi bangunan utama Monjali.

http://apriliaisme.files.wordpress.com/2010/02/koleksi-museum-1.jpg

























     Diorama Di lantai kedua terdapat ruang diorama yang mengisahkan perjuangan bangsa Indonesia ketika Belanda menghianati perjanjian Reville hingga terjadilah peristiwa yang sangat bersejarah yaitu Serangan Umum 1 Maret. Di sekeliling bagian luar lantai 2 terdapat pula relief yang kurang lebih menceritakan hal yang sama dengan diorama di dalam. Setidaknya terdapat sekitar 40 relief yang diukir di sekeliling tembok lantai 2 bagian luar.

    http://klimg.com/kapanlagi.com/cityguide/images/content/e4bd5007b3186deaf783f078be7c0765.jpg https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQcfPnVNmE5bzl1VkR8rVMmWlHsTOGZxp9rAmRYTVIaxlXYyMJt


     http://www.iwantgoto.com/yogyakarta/files/2012/12/m32.jpg  http://muarifin.files.wordpress.com/2012/12/2012-12-22-12-07-16.jpg










Salah satu pahatan di lantai 3 Lan Lantai ketiga adalah lantai khusus yang mendoakan para pahlawan yang gugur dan ruang tersebut dinamakan dengan ruang Garbha Graha. Di ruang ini terdapat pahatan yang berukuran besar yang di pahat di dinding ruang. Di tengah ruang terdapat tiang bendera temapt dimana bendera Merah Putih berkibar. Di sisi lain juga terdapat ukiran dari tulisan man presiden Suharto.



  Ukiran Nama Pahlawan Yang GugurDi Diluar bangungan utama Monjali terdapat sekitar 422 nama Pahalawan yang terukir yang merupakan Pahlawan yang gugur selama Clash Kedua terhitung dari tanggal 19 Desember 1948 – 29 Juni 1949. Selain itu terdapat pula replika pesawat Cureng yang merupakan sumbangan dari TNI Angkatan Udara.
3.     

Peresmian MonjaliMenurut Pak Ngatino yang telah bekerja selama 21 tahun di Monjali. Monjali merupakan ide dan gagasan dari para pejuang kemerdekaan yang masih ada, salah satunya adalah kolonel Soegiarto. Pada saat itu Presiden Suharto bertindak sebagai penanggung jawab pembangunan Monjali, sedangkan Sri Sultan Hamengkubuwono bertindak sebagi orang yang mencarikan lokasi untuk Monjali. Menurut beliau Monjali menghabiskan dana sekitar Rp.9 Miliar untuk pembangunannya. Monjadi sendiri diresmikan dan dibuka untuk publik pada tanggal 6 Juli 1989 oleh mantan presiden Suharto.


3.Museum Dirgantara
Dalam rangka mengenalkan masyarakat tentang dunia penerbangan dan kekuatan angkatan udara Indonesia maka TNI AU membuat museum dirgantara yang diresmikan 4 April 1969 di Jakarta. Akan tetapi atas berbagai pertimbangan maka museum ini dipindahkan ke Yogyakarta ( 29 Juli 1978). Sampai saat ini MUSEUM DIRGANTARA MANDALA terdapat lebih 10.000 koleksi alutsista dan 40 pesawat terbang dari negara barat sampai timur.
dirgantara Berbagai koleksi tersebut antara lain pesawat WEL RI X, yang merupakan pesawat  produksi pertama putra putri Indonesia tahun 1948 oleh Biro Rencana dan Konstruksi, Seksi Percobaan Pembuatan Pesawat Terbang, Magetan, Madiun. Pesawat ini menggunakan mesin Harley Davidson 2 Silinder tahun 1928. Lalu Pesawat Pembom Guntai direbut dari Jepang ketika Belanda melakukan blokade terhadap dirgantara Indonesia, pesawat ini juga melaksanakan pemboman terhadap lawan di Semarang tanggal 29 Juli 1947. dan lain sebagainya.
baru http://members.tripod.com/%7Eimogiri/aircraft/a-26-25.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRZRDmnsggEwnKto2gOcpzW9sgo6xBTuygCHD62z3IW0o1dC35_5SApK_bsHZM_0LYbzWx1lHBu04dpP0T1A7kiLpu2YzpLUoXKFHzrfPDKFKxxqNGPLNU867WCBfT7OCUjPKRBbkWNAi_/s1600/100_1916.jpg http://kotajogja.com/images/upload/De-Museum-Pusat-TNI-AU-KJ_00525012012161823.jpg
4.Waterpark
Setelah mengunjungi museum dirgantara,kami pun mengunjungi waterpark,kami hanya diberikan waktu 2jam saja untuk bermain disini.
Grand Puri Water Park memiliki banyak wahana, diantaranya 4 kolam renang :
Kolam Semi olympic


Foto-0007 (FILEminimizer)
Kolam Semiolympic
Kolam semi olympic ini memiliki kedalaman 1-1,5 meter, dengan luas kolam 481,25 m².







Kolam Balita
DSC06489 (FILEminimizer)
Kolam Balita

Kolam Penerima
DSC08513 (FILEminimizer)
Kolam Penerima
Kolam penerima ini memiliki kedalaman 60 – 90 cm, dengan luas kolam 350 m². Di kolam penerima ini terdapat wahana 2 racing slide dan 4 water slide dengan ketinggian yang berbeda. sedangkan tinggu menara waterslide 12 meter.

Kolam Arus
DSC08479 (FILEminimizer)
Kolam Arus
Kolam arus ini memiliki kedalaman 1,35 meter dan lebar 2,75 meter dan panjang 175 meter dengan luas kolam 577,25 m².

5.Malioboro
Tempat terakhir yang dikunjungi yaitu Malioboro.Kawasan Malioboro sebagai salah satu kawasan wisata belanja andalan kota Jogja, ini didukung oleh adanya pertokoan, rumah makan, pusat perbelanjaan, dan tak ketinggalan para pedagang kaki limanya. Untuk pertokoan, pusat perbelanjaan dan rumah makan yang ada sebenarnya sama seperti pusat bisnis dan belanja di kota-kota besar lainnya, yang disemarakan dengan nama-merk besar dan ada juga nama-nama lokal. Barang yang diperdagangkan dari barang import maupun lokal, dari kebutuhan sehari-hari sampai dengan barang elektronika, mebel dan lain sebagainya. Juga menyediakan aneka kerajinan, misal batik, wayang, ayaman, tas dan lain sebagainya. Terdapat pula tempat penukaran mata uang asing, bank, hotel bintang lima hingga tipe melati.
Keramaian dan semaraknya Malioboro juga tidak terlepas dari banyaknya pedagang kaki lima yang berjajar sepanjang jalan Malioboro menjajakan dagangannya, hampir semuanya yang ditawarkan adalah barang/benda khas Jogja sebagai souvenir/oleh-oleh bagi para wisatawan. Mereka berdagang kerajinan rakyat khas Jogjakarta, antara lain kerajinan ayaman rotan, kulit, batik, perak, bambu dan lainnya, dalam bentuk pakaian batik, tas kulit, sepatu kulit, hiasan rotan, wayang kulit, gantungan kunci bambu, sendok/garpu perak, blangkon batik [semacan topi khas Jogja/Jawa], kaos dengan berbagai model/tulisan dan masih banyak yang lainnya. Para pedagang kaki lima ini ada yang menggelar dagangannya diatas meja, gerobak adapula yang hanya menggelar plastik di lantai. Sehingga saat pengunjung Malioboro cukup ramai saja antar pengunjung akan saling berdesakan karena sempitnya jalan bagi para pejalan kaki karena cukup padat dan banyaknya pedagang di sisi kanan dan kiri.
Dan ini juga perlu di waspadai atau mendapat perhatian khusus karena kawasan Malioboro menjadi rawan akan tindak kejahatan, ini terbukti dengan tidak sedikitnya laporan ke pihak kepolisian terdekat soal pencopetan atau penodongan, dan tidak jarang pula wisatan asing juga menjadi korban kejahatan dan ini sangat memalukan sebenarnya.
Tapi setelah 2jam keliling-keliling,akhirnya dapat juga oleh-oleh.






                                








 BAB III
                               PENUTUP
1.Kesan dan Pesan
Saya merasa senang dengan diadakannya study tour ini karna selain untuk menambah pengetahuan di sini kami juga bisa bersenang-senang.

     2.Saran – saran
Saya harapkan  siswa untuk lebih meningkatkan kedisiplinan apa bila di adakannya
Tour kembali. Saya harap agar semua siswa bisa ikut semua dan saya sangat mengharapkan untuk ketepatan waktunya agar siswa tidak merasa kesal karna terlalu lama.

                                                                                                           

7 komentar: